Pertarungan ‘Rider’ Honda dan Yamaha; Siapa Yang Paling Hebat?

VR vs MM szaktudas.com

Motorocco – Pertarungan pembalap motoGP selalu menarik untuk di bahas. Saat ini saya akan kesampingkan dulu balapan seri 2015 karena masih berlangsung dimana segala kemungkinan bisa terjadi. Lagipula kurang adil buat Dani Pedrosa yang absen di beberapa seri belakangan ini jika balapan sekarang di masukkan sebagai tolok ukur kehebatan masing masing pembalap. Saya akan mengupas track-record rider dari kedua pabrikan yaitu Valentino Rossi VR46, Jorge Lorenzo JL99, Marc Marquez MM93 dan yang terakhir sudah pasti Dani Pedrosa DP26.

Mohon di kantongi dulu opini sahabat pembaca sebelum selesai membaca hingga kata terakhir!

Disini, jam terbang tidak akan mempengaruhi penilaian karena jumlah point tertentu akan di bagi jumlah start sehingga akan mendapatkan nilai rata rata yang akan di sebut sebagai konsistensi. Berikut faktor faktor kehebatan mereka.

1. Podium

Marc Marquez menang di sektor perebutan podium satu dengan mengumpulkan 45 kemenangan selama karirnya yang kini sudah menjalani start sebanyak 112 kali dalam kurun waktu delapan tahun. Artinya, ia berhasil menjuarai balapan seri lebih sering ketimbang rivalnya dengan persentase 39,47% (45 : 112). VR46 menguntit di belakangnya dengan selisih yang relatif tipis yaitu 4,86% dimana ia membukukan 34,62%. Posisi ketiga di huni oleh JL99 dengan konsistensi 25,23% yang di tutup oleh DP26 di 21,40%.

Masing masing pembalap memiliki pencapaian serupa antara podium ke dua dan ke tiga yang jika di akumulasikan maka di menangkan oleh  pembalap yang kini sudah start sebanyak 229 kali, yaitu DP26 dengan konsistensi 37,55% di ikuti oleh JL99 di 32,24%. VR46 lebih menghargai podium dua dan tiga daripada MM93 dengan konsistensi 28,21% berbanding 21,05% milik MM93.

Namun, total akumulasi podium satu sampai tiga di menangkan oleh VR46 dengan konsistensi 62,82% yang di tempel ketat oleh MM93 di 60,53%. Dengan mengejutkan DP26 mampu melibas pencapaian JL93 dengan konsistensi 58,95% sementara JL99 harus puas dengan 57,48%.

2. Pole Position

VR46 yang kerap di sebut sebagai legenda hidup ternyata tidak bergelimang pole yang sering  dijadikan senjata untuk menang. Dari total 312 kali start ia berhasil merebut pole hanya 60 kali dengan konsistensi setara 19,23% yang duduk bersebelahan dengan DP26 di 19,65%. Konsistensi JL99 tidak di ragukan lagi walaupun masih kalah jauh oleh MM93 dengan komposisi 26,17 berbanding 43,86%. Dengan keunggulan hampir menyentuh angka 50% maka MM93 boleh di katakan sebagai raja kualifikasi. Bagi VR46 mungkin pole tidak terlalu dipusingkan mengingat ia menang telak di total podium.

3. Point

Semakin sering start maka semakin besar peluang untuk mendapatkan poin. Memang begitulah adanya. Buktinya, perolehan poin VR46 yang sudah mencapai 5,093 setara dengan 16,32 poin per balapan, memuncaki perolehan rata rata yang di ikuti oleh MM93 di 15,25 poin. Lagi lagi DP26 membuat kejutan dengan menggeser ketangguhan JL99 dengan mengumpulkan poin rata rata per balapan sebanyak 15,71 berbanding 14,41 milik JL99.

4. Produktifitas

Faktor ini merupakan nilai akhir dan yang terpenting bagi pembalap secara individu. Ternyata faktor podium satu sangat mempengaruhi produktifitas pembalap jika melihat pencapaian MM93. Ia yang sudah mengikuti tujuh kali kejuaraan dunia MotoGP di tiga kelas berbeda berhasil meraup empat kali kemenangan dimana setara dengan produktifitas mencapai 57,14%. VR46 kalah tipis mengingat ia sudah terjun di dunia balap motor paling bergengsi ini sejak 19 tahun lalu dengan penapaian 9 gelar yang setara dengan 47,37%. Walaupun JL99 memiliki jumlah gelar yang sama dengan MM93, namun karena periode balapan yang di ikuti lebih banyak (13 kejuaraan) maka nilai akhirnya jadi lebih rendah di 30,77%. DP26 yang sudah bergelut sejak 14 tahun lalu harus puas menjadi juru kunci dengan pencapaian 21,43% dimana tidak satupun kemenangan tersebut di dapatkan di kasta tertinggi MotoGP.

Kesimpulan

Saya yakin masing masing pembaca memiliki kesimpulan tersendiri atas kehebatan pembalap pujaan, tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Jika kita mengacu pada jumlah gelar, tidak peduli sudah berapa tahun ia membalap maka VR46-lah yang terhebat. Tapi jika di lihat dari konsistensinya meraih pole maka kita patut sungkem sama MM93 dan begitulah seterusnya.

Apapun hasilnya, kita sebagai penonton hanya kebagian tontonan, maka mari kita saksikan kelanjutan perebutan gelar seri 2015 ini yang mana masih memungkinkan untuk mengubah statistik di atas. Tidak usah jauh jauh, jika VR46 memenangi kejuaraan ini maka produktifitas ia akan menyamai konsistensi MM93 dengan perolehan masing masing 50%. JL99 pun masih mungkin memperburuk penampilan rivalnya jika ia konsisten hingga akhir seri. Maaf seribu maaf buat DP26 yang kans untuk memenangkan kejuaraan ini sudah sangat kecil mengingat persaingan ke tiga pembalap diatasnya sangat ketat. Peace!

 Photo courtesy: szaktudas.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s