Lebih Dari Cukup

Suzuki Wagon R GX

Apapun alasan di balik terciptanya mobil murah alias LCGC ini, kita abaikan aja dulu. Yang paling penting adalah seberapa jauh program ini berguna bagi kita rakyat kecil yang tidak mengutamakan prestise. Asal tidak basah saat hujan  dan tidak di recokin oleh hal hal yang berbau bengkel maka itu sudah lebih dari cukup. Bagi kami yang baru saja pindah ke rumah munggil dengan dimensi garasi tidak lebih dari 2,75 x 3,5 m, dengan radius manuver sekitar 1,7m, produk LCGC merupakan prioritas ketika akan menentukan pilihan kendaraan.

WR

Saya memberikan Suzuki sebuah kehormatan dimana produknya yang pertama kali saya jajal ke garasi munggil kami. Bukan tanpa alasan, sehari sebelum keputusan itu diambil saya sudah mengukur tiap inci spesifikasi mobil dan menemukan  Wagon R (WR) memiliki dimensi yang paling ramping. Dimensi rata-rata LCGC ada di kisaran PxLxT = 3,6m x 1,6m x 1,5 m. Tapi WR memiliki dimensi lebar hanya 1,475m saja. Alhasil, saya lulus tanpa hambatan yang berarti.

Jauh sebelum cerita di atas, ketika mobil ini pertama kali diluncurkan, saya sedikit skeptis dengan tampilan luar pada umumnya. Dan saya tidak sendirian; beberapa pengguna WR juga berkomentar keras tentang dimensi mobil ini yang agak tinggi dimana hanya butuh sedikit benjolan untuk membuatnya terguling bak mobil mainan. Tapi kenyataan berkata lain.

Kami memulai test drive ini dari gerai Suzuki Gatsu Barat. Pak Oka, sales-rep, mulai jual diri ketika kami sudah dalam posisi start, “kabinnya lapang, Pak. Tidak seperti mobil lain di kelasnya” serobotnya dari jok belakang. Lalu dia menantang saya untuk memastikn kenyamanan posisi berkendara, termasuk posisi kemudi yang serileks mungkin. “Mundurin lagi joknya, pak – masih banyak ruang di belakang” seraya berujar bahwa kabin belakang WR cukup mumpuni buat orang dewasa dengan postur jumbo layaknya Pak Oka baik secara vertikal maupun horizontal. Sebagai ilustrasi bahwa dimensi Pak Oka sekitar 100 kg x 175cm. Di kelas mobil beliau masuk kategori SUV.

You get what you pay. Itulah ungkapan yang tepat ketika menilik bagian interior. Dashboard terbuat dari bahan plastik yang jauh dari kesan mewah dibalur dengan dua warna; hitam dan beggie. Semua perangkat interior memberi kesan kotak yang selaras dengan penampilan bodi secara keseluruhan. Kecil kecil begini sudah menerapkan audio double din dengan empat speaker depan dan belakang. Suaranya cukup jernih. Fitur pendukung lainnya seperti power window, central lock, AC dan keyless entry sudah menjadi standar untuk tipe GX. Hanya saja ritual parkir sedikit tidak nyaman karena tidak di lengkapi fitur electric-mirror.

Disisi lain, bodi ramping WR membuat pengguna jadi lebih romantis karena jarak sopir dengan co-driver sangat dekat – hanya dibatasi ruang yang cukup untuk menarik tuas rem tangan. Dalam posisi santai tangan kami (saya dan istri) sering bersentuhan satu sama lain. Jadi tidak perlu repot-repot untuk membawa nuansa romantis. Tapi ketika pak Oka yang mengambil alih kokpit sayapun mengunci tangan di antara kedua kaki saya.

Lain cerita dengan performa mesin 3 silindernya yang sedikit terlalu sopan. Tarikan bawahnya sangat halus seolah-olah enggan untuk menumpahkan sedikit premium ke ruang bakarnya. Justru inilah yang membuat mobil ini sangat efisien dalam hal konsumsi bahan bakar. Bahkan pengguna senior yang sudah cuap cuap di forum sosial mengatakan per liternya mampu menempuh jarak hingga 17 km penggunaan dalam kota dan 33km untuk luar kota, setara dengan Kawazaki D-Tracker. Selain tarikannya yang terlalu halus, ukuran ban juga merupakan faktor pendukung tingkat efisiensi bahan bakarnya. Faktor lain disumbangkan oleh fitur eco-drive yang terdapat di dashboard dimana lampu indikatornya akan menyala hijau jika sudah saatnya perpindahan gigi. Akurasi perpindahan gigi yang sesuai dengan perintah mesin membuat daya yang dihasilkan sesuai pula dengan kebutuhan, berarti tidak ada energi yang terbuang sehingga konsumsi bahan bakar bisa di tekan seminimal mungkin.

‘Lebih dari cukup’ – itulah slogan yang terpampang di spanduk saat acara gathering pengguna WR di Bedugul beberapa hari yang lalu. Slogan itu tidak berlebihan. Memang begitu adanya. Mobil ini cocok untuk keluarga kecil dengan anggaran munggil. Pergi belanja, nganter anak-anak ke sekolah, latihan Pilates dan lebih banyak lagi yang bisa dilakonin dengan mobil ramping ini. Tentu saja, ini menunjukkan bahwa WR memang ‘lebih dari cukup.’

Photo courtesy: Suzuki Indonesia
Iklan

2 responses to “Lebih Dari Cukup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s