Bensin Eceran

Keberadaan warung pengecer bensin merupakan dilema bagi kita sebagai pengendara; di satu sisi kita butuh pelayanan mereka tatkala stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di luar jangkauan kita, sedangkan  disisi lain harga yang mereka tawarkan cukup merusak anggaran dapur.

Ironisnya, terkadang kita membelinya pada pengecer yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dari SPBU, kecuali kita ringan kaki untuk menuntun si tunggangan. Lantas hal ini bukan berarti bahwa membeli bensin di SPBU merupakan segalanya karena banyak juga SPBU nakal yang memainkan nosel pengisiannya sehingga jumlah yang keluar tidak sesuai dengan harga yang kita bayar. Bagaimanapun, menyerahkan pengisian kepada sang pengecer sudah pasti bukan langkah cerdas jika uang menjadi tolok ukur kita disini.

Berikut kalkulasinya. Ini bukan pelajaran matematika jadi semuanya akan sangat mudah untuk kita semua mengerti.

Harga per liter bensin di SPBU adalah 6,500 rupiah. 1 liter sama dengan 100 centiliter. Itu berarti harga per centiliter adalah 65 rupiah.

Di lain pihak, pengecer menjual sebotol bensin di harga 7,000 rupiah dimana terdapat selisih 500 rupiah – setara dengan 7,69 centiliter (500 : 65 = 7,69cl).

Bukan itu saja, sebotol bensin oleh pengecer tidaklah 100 centiliter. Mereka kebanyakan membuat kemasannya dari botol bekas minuman keras berjenis Absolute Vodka yang kapasitasnya 100 centiliter, akan tetapi, botol tidak di isi secara penuh. Insting kami mengatakan kalau botolnya hanya terisi sekitar 80% saja dimana setara dengan 80 centiliter. Kerugian kita sampai di titik ini sekitar 20 centiliter atau setara dengan nilai uang 1,300 rupiah (20cl x 65 rupiah = 1,300)

Untuk mendapatkan hasil akhir maka kita akan menambahkan selisih 500 rupiah dari harga per botol tadi dengan selisih 1,300 rupiah karena botolnya tidak penuh. Kita mendapatkan selisih yang sangat tinggi mencapai 1,800 rupiah – setara dengan 27,69 centiliter. Dengan kata lain, lebih dari seperempat liter jika di bandingkan dengan harga dan volume yang kita dapatkan di SPBU. Tentu dengan catataan pihak SPBU tidak nakal.

Kalaupun anda musti membeli bensin pada pengecer pastikan botolnya terisi penuh maka kerugian kita hanyalah 500 rupiah yang di ambil dari selisih harga awal. Hal ini masih cukup adil karena pengecer juga musti mendapatkan keuntungan. Tapi kalau di tambah volume yang tidak sesuai sebaiknya pertimbangkan pengecer yang lain. Hati hati di jalan, bro…! Pastikan bensinnya masih cukup sampai di SPBU terdekat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s